NUN SMA Untuk Masuk PTN

Teman2, pemerintah belakangan mulai mempertimbangkan penggunaan NUN SMA untuk menentukan jurusan yang akan dipilih di PTN. Tidak tanggung-tanggung, jika tak ada halangan rencana ini mulai diberlakukan tahun depan. Waaa…sungguh malang nasib adik2 kelasku… T_T

Teman2 tahu sendiri kan betapa UN sudah menjadi kontroversi heboh sejak pertama kali diberlakukan? Oleh beberapa orang, metode ini dianggap tak layak untuk menentukan kelulusan siswa. Belum tuntas perdebatan, eh, fungsinya malah ditinggikan lagi—jadi penentu masuk PTN! Waa…-_-

Bukan apa2 sih, masalahnya kebijakan UN sendiri rasanya masih belum sempurna, masih terpincang-pincang. Masih perlu ditambal di sana-sini. Jual beli soal, bocoran, katrol nilai, dan sejenis kecurangan lain—masih layakkah UN disebut mencerminkan mutu pendidikan nasional? Atau lebih detail lagi, mencerminkan kemampuan siswa yang sesungguhnya?

Taruhlah kita positive thinking dan menutup mata dengan segala kecurangan yang ada. Apakah layak, hasil belajar ‘kebut2an’ selama 3 bulan dijadikan acuan kemampuan riil siswa? Wong dijadikan penentu kelulusan selama 3 tahun belajar saja banyak yang protes kok…

Memang benar, nilai2 UN yang ada bisa mencegah siswa memilih jurusan yang tidak diminati (biasanya karena paksaan ortu). Ambil contoh Fakultas Kedokteran. Teman2 tentu tahu fakultas ini tiap tahun selalu antre pendaftar. Tidak jarang, karena ambisi masuk fakultas bergengsi ini, orangtua membutakan diri terhadap kemampuan anak yang sesungguhnya. Jika tahun depan, syarat pendaftar FK—misalnya—nilai Biologi minimum harus 8,0, tentu tak ada lagi cerita mahasiswa ‘salah-jurusan’, alias dipaksa kuliah di jurusan yang bukan minatnya.

Dari sini pemberlakuan UN sebagai syarat penentuan jurusan memang bisa dilihat manfaatnya. Masalahnya, yakinkah nilai yang terpampang di UN itu murni hasil pencapaian siswa? Murni mencerminkan kemampuan siswa? Saia rasa, kalau untuk alasan itu, memakai nilai rapor akan lebih meyakinkan…

Menurut teman2 sendiri bagaimana?

3 Komentar

  1. hmm…u/ skarang gw stuju…harusnya skarang! gw jujur di nilai UN gw…
    tapi hampir menderita u/ spmb gw…knp bisa bgitu? krn saya dibutakan oleh tipi dan komik.
    Huaaah…bentar lagi pengumuman SPMB…

    ohya jujur nih, emang u/ nilai UN gak main” banyaknya kecurangan, banyak yg nyontek, dipaksa u/ contekin, sampe beli soal. Itu berarti bisa makin bodoh orang” yg masuk universitas. Jadi masih mending yg pake uang. Biar dikata ambisi ortu kek, yg penting mereka bayar lebih. Kalau ga salah uang ekstranya u/ nutupin biaya mahasiswa yg gak mampu. kaya GNOTA gitu deh (emang masih ada tah?).

    ya bgituLah…
    btw, hari ini saya komen banyak sekali…

  2. mending nilai rapooootttt???????

    Orang guru beda kelas beda nilai rapot bisa beda! Apalagi sekolah bedaaaa!!!!

  3. Setuju. Tapi masalah kebocoran, jual beli soal, nyontek, dll bukan berarti UN harus ditiadakan. Itu hanya kerjaan tim sukses sekolah maupun instansi tertentu agar siswanya lulus 100%. Mereka tidak mau dicap bahwa sebenarnya siswa mereka tidak MAU siap menghadapi UN. Mereka tidak mau menerima kenyataan bahwa kualitas pendidikan di sekolah / daerah mereka rendah karena ulah mereka sendiri. Kalau bukan UN apalgi yang bisa menjadi alat ukur? Mental guru di sekolah tidak bisa dijadikan penentu kelulusan. MENGAPA?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s