Mengapa Kita Kalah?

 

Teman pasti pernah mengalami kekalahan, kan? Entah dalam perlombaan atau persaingan di kelas. Kadang2 kekalahan itu bisa Teman terima dengan lapang dada karena memang Teman merasa kurang persiapan, terlalu minder, atau belum berusaha maksimal. Tapi ada saat2 tertentu di mana Teman mengalami kekalahan yang sangat menyakitkan. Begitu menyakitkannya sampai2 Teman nggak sanggup bangkit untuk mencoba lagi. Hampir putus asa untuk berusaha lagi. Biasanya kekalahan semacam ini terjadi saat Teman merasa sudah berusaha maksimal, tapi ternyata masih saja kalah.

Sederet alasan ini bisa menjadi alasan mengapa Teman belum ditakdirkan untuk menang.

1.      Terlalu PeDe

Percaya diri dalam kompetisi memang dianjurkan, tapi kalau kadar PeDe itu melebihi batas malah bisa jadi bumerang buat Teman. Boleh2 saja Teman merasa kemampuan Teman bagus, tapi jangan sampai hal itu membuat Teman ‘buta’ dengan kemampuan lawan. Bisa jadi Teman tampil baik, tapi pasti masih ada yang jauh lebih baik.

Kadang2 saking pedenya Teman sampai tidak menyadari kekurangan diri sendiri. Karena itu, penting sekali Teman untuk ‘buka kuping lebar-lebar’. Seimbangkan antara pujian dengan kritikan yang masuk. Merasa ada kekurangan akan membuat Teman berusaha keras memperbaikinya sehingga Teman bisa tampil lebih dan lebih baik lagi.

 

2.      Terlalu Meremehkan Lawan

Turunan dari alasan pertama, sikap over PeDe biasanya cenderung meremehkan orang lain. Mungkin Teman tidak terlalu menyadari, tapi pikiran2 seperti “Ah, dia nggak terlalu bagus kok” atau “Masih mending aku” itu sudah termasuk meremehkan, lho.

Fakta bahwa orang lain melakukan kesalahan kecil kadang membuat seseorang begitu girangnya sampai lupa bahwa mungkin kesalahannya jauh lebih fatal. Akibat lebih lanjut, terlalu meremehkan lawan dapat menurunkan kewaspadaan Teman sehingga menjadi kurang hati2 saat kompetisi.

Karena itu, lebih baik Teman tidak keburu menilai kemampuan seseorang, apalagi kalau Cuma dari luarnya saja. Belum tentu orang yang kelihatannya kurang meyakinkan tampil lebih buruk.

 

3.      Tidak Berusaha Sangat Keras

Teman mungkin merasa, “Saya sudah berusaha maksimal, tapi mengapa tetap kalah?” Perlu digarisbawahi di sini apa yang dimaksud dengan MAKSIMAL? Benarkah Teman telah berusaha sekuat mungkin? Mengeluarkan seluruh kemampuan Teman? Mencoba berbagai cara untuk melewati tembok penghalang Teman? Meskipun sepertinya Teman telah berusaha keras, bisa jadi orang lain berusaha lebih keras lagi. Meski Teman telah berkorban begitu banyak, bisa jadi orang lain berkorban lebih banyak lagi. Ingat, apa yang Teman korbankan sebanding dengan apa yang Teman dapatkan. Untuk meraih kemenangan, tidak cukup dengan berusaha ala kadarnya.

 

4.      Kurang Berdoa

Manusia memang sombong. Merasa dirinya sudah cukup kuat, lantas mengesampingkan peran Tuhan. Bagaimanapun hidup kita ada di tangan Tuhan. Sekuat apapun Teman berusaha, Tuhan jua yang menentukan.

Dalam suatu perlombaan, ada faktor2 kecil yang kelihatannya sepele, tapi sebenarnya turut andil dalam menentukan kemenangan. Contohnya saja nomor urut tampil, undian penentuan lawan, atau bahkan mood juri. Dan faktor2 itu berada di luar kendali kita.

Karena itu, tidak selayaknya meremehkan kekuatan doa. Yakinlah, doa yang dipancarkan terus menerus tidak akan sia-sia. Doa bisa mengontrol batin, sehingga Teman tak akan sombong jika menang dan tak akan kecewa jika kalah. Karena Teman merasa, ada ‘tangan’ lain yang turut menentukan nasib Teman.

 

Jadi Teman, meskipun mengalami kekalahn menyakitkan, Teman tetap tidak boleh berputus asa. Bagaimanapun Teman harus bangkit, mencoba, dan terus mencoba lagi. Semakin sering Teman mencoba, semakin banyak kesempatan untuk menang. Mungkin bukan sekarang, tapi di masa yang akan datang. So, jangan pernah berhenti berjuang!!!^^

 

Menurut Teman2 sendiri bagaimana?

6 Komentar

  1. Sangat memotivasi!! Terima kasih..
    Tetap semangat!!!

  2. Terima kasih..
    Dengan begini kita akan lebih memperhatikan faktor-faktor tersebut agar kita terjauh dari yang namanya kegagalan.

  3. ga ada yang namanya kalah dalam hidup ini. sepanjang kita masih mau berusaha, sepanjang kita bekerja keras dan berdoa…
    ukuran keberhasilan kita selama ini masih tetap kasat mata entah itu persoalan ranking, de el el…
    padahal sejak kita berusaha kita uda mendapat kemenangan absolut buat diri kita, tentu saja tanpa perlu menyombongkan diri…
    ‘kemenangan’ sesungguhnya adalah sejauh mana hidup kita bermanfaat buat orang lain di sekitar kita…
    ‘kekalahan’ adalah salah satu skenario-Nya yang harus bisa kita terima dan syukuri apabila sebelumnya kita telah berusaha dengan ‘benar-benar maksimal’…

  4. memang sih betapapun kuatnya kita berusaha menghindar, kekalahan pasti akan terus dan terus kita alami…tapi seenggaknya ada cara untuk meminimalisasi gitu lho…masa tiap berusaha kalah terus? hehehe…

    Makasi Mbak Ika Kardian dan ‘Ice’ Estu Yuris atas komentarnya…=p

  5. Kemenangan itu bukan karena kita mampu mengalahkan orang lain. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu bersikap tidak sombong saat kita berada di atas dan ketika kita mampu mengucapkan selamat dengan ikhlas kepada ia yang memang lebih baik daripada kita. Sebagian besar dari kita siap untuk menang, tetapi hanya sedikit dari kita yang juga siap untuk kalah. Kekalahan bukanlah sebuah kegagalan, tetapi kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika kita gagal untuk bangkit. Kekalahan memang sakit, tetapi ia adalah sebuah pelajaran, tentang bagaimana kia harus bersikap dalam hidup ini.

  6. yups spakat…kt sebaiknya introspeksi dri dlu bru bisa menilai dmn ltak kekurangan kita, lam kenal yah..🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s