Memperkuat Motivasi Belajar

PRESTASI berawal dari KERJA KERAS.
KERJA KERAS ditopang oleh MOTIVASI.
Teman2 tidak bisa terus bekerja keras jika motivasi Teman tidak kuat. Untuk memperkuat motivasi Teman, berikut beberapa tips yang bisa Teman lakukan. Tips2 ini terutama berguna bagi Teman yang sedang menghadapi ujian ‘besar’ macam UAS, UN, SNMPTN, dkk. Smangadh!!!^^

1. Tetapkan target
Untuk memunculkan motivasi, target adalah syarat utama. Ibarat lomba lari, target adalah pita garis finis yang sekuat mungkin harus Teman kejar. Namun Teman juga harus berhati-hati dalam menetapkan target. Target yang terlalu tinggi memang bisa memotivasi, tapi lama2 akan terasa ‘ngayal’ dan malah membuat Teman malas. Sebaliknya, target yang terlalu rendah tidak akan membuat Teman berusaha sangat keras. Jadi, tetapkan target yang tinggi, tapi tetap realistis. Harus ada keyakinan bahwa Teman PASTI mampu meraih target itu. Mungkin bukan sekarang, tapi setelah sederet usaha yang Teman lakukan.
Misalnya Teman ingin meraih nilai UN tertinggi di sekolah (wuaa^^). Boleh saja, asal persiapan mantap sejak awal kelas 3 sudah Teman lakukan. Meskipun Teman bukan langganan juara kelas, misalnya, ini tetap realistis jika Teman punya waktu setahun penuh untuk mempersiapkannya. Lain halnya jika persiapan Teman hanya seminggu, dan hasil tryout Teman masih pas-pasan, itu baru tidak realistis^^
Setelah menetapkan target, bayangkan terus reward apa yang akan Teman dapat jika berhasil meraihnya. Misal, Teman ingin menembus tes seleksi beasiswa ke Australia. Kalau Teman berhasil, Teman bisa tinggal di luar negeri, jalan2 ke tempat2 amazing, ketemu artis idola, wuaaa^^. Impian2 indah seperti ini sangat memotivasi, lho^^. Hidup penuh mimpi akan membuat Teman terus semangat untuk berusaha!

2. Konsisten berusaha
Jika sudah punya target, jangan hanya ‘dimimpikan’. Lakukan juga usaha yang sebanding untuk meraihnya. Saat awal2 biasanya semangat memang masih menggebu-gebu. Namun di tengah jalan Teman mungkin lelah, bosan, jenuh, dkk. Jika saat itu tiba, JANGAN BERHENTI. Tetaplah belajar walaupun hanya sedikit. Lama kelamaan perasaan jenuh akan hilang sendiri karena Teman sudah menemukan tantangan baru.
Konsistensi amat penting untuk menjaga mood belajar. Jika di tengah2 usaha Teman ‘loyo’ dan memutuskan untuk berhenti, percuma saja usaha keras yang sudah Teman lakukan di awal. Boleh saja istirahat, tapi cukup sejenak. Masa istirahat yang terlalu lama akan mengikis mood belajar Teman sehingga saat Teman memutuskan untuk belajar kembali, Teman sudah kehilangan motivasi.

3. Evaluasi berkala
Teman tidak tahu apakah usaha yang Teman lakukan sudah cukup untuk mencapai target. Untuk itu, Teman butuh evaluasi. Teman perlu mengidentifikasi apa saja kekurangan2 Teman dan membandingkannya dengan standar target Teman.
Misalnya, target Teman adalah menjadi juara kelas. Lihatlah nilai2 ujian Teman dan bandingkan dengan standar nilai minimum. Mungkin saja nilai2 Teman di atas rata2, tapi apakah itu cukup untuk menjadi juara kelas? Mungkin Teman perlu lebih sering mendapat nilai yang bukan hanya bagus, tapi juga ’istimewa’.
Mengetahui secara jelas apa kekurangan Teman bisa memacu Teman untuk memperbaikinya, sehingga Teman termotivasi untuk terus belajar. Karena itu, akan lebih baik jika Teman selalu merasa kurang dan kurang, merasa masih belum puas, merasa masih ada yang harus diperbaiki. Itu akan mendorong Teman untuk meraih hasil2 yang lebih dan lebih luar biasa lagi. Asal jangan terlalu perfeksionis saja, sih^^

4. Bergaul dengan kawan yang bisa memotivasi
Teman mungkin tipe yang punya motivasi kuat, namun kadang mudah terpengaruh oleh lingkungan. Misalnya, Teman ingin tidak sering2 remidi lagi. Teman sudah melakukan ketiga hal di atas. Menetapkan taget, konsisten belajar, dan rutin evaluasi. Tapi kawan sebangku Teman misalnya, kerap mengajak Teman jalan2 saat Teman sedang tekun belajar. Memang, kadang2 sulit menolaknya karena Teman bisa dianggap ‘terlalu serius’, ‘sok rajin’, ‘cuek dengan kawan’, dsb. Bayangan ini akhirnya pun bisa meruntuhkan motivasi yang sudah Teman bangun.
Perlu digarisbawahi, jika Teman sudah punya target dan sangat ingin mencapainya, berusahalah sekuat mungkin dan hadapi apapun konsekuensinya. Berhentilah selalu memikirkan pendapat orang lain. Bukan berarti Teman harus cuek dengan kawan Teman, tapi Teman bisa menolak dan mengajaknya di lain waktu. Mungkin dia akan dongkol sementara, tapi jika ia benar2 kawan sejati, ia pasti bisa mengerti keadaan Teman.
Namun, jika Teman merasa sulit menolak ajakan kawan lain, maka berusahalah bergaul dengan orang2 yang bertujuan sama dengan Teman. Kawan2 ini bisa memotivasi Teman dengan baik, betapapun mereka tidak mengatakannya. Bergaul dengan anak yang rajin, Teman akan terus melihat ‘kerajinan’nya setiap saat dan secara tidak langsung Teman pun akan termotivasi. Misalnya, Teman biasanya tidak pernah mengerjakan LKS. Namun, melihat kawan2 Teman semua melakukannya, Teman pasti akan terbawa juga. Intinya, lingkungan pun dapat menentukan motivasi.

Menurut Teman2 sendiri bagaimana?

5 Komentar

  1. gemana langkah-lagkah memotivasi anak didik yang minat belajarnya kurang, dan kecendrungan maunya main-main saja, tolong dijelaskan dan berikan langkah-langkahnya

  2. Mas/Mbak Nadi…memang motivasi itu sulit tumbuhnya kalo nggak dari kesadaran sendiri…^^ saia sendiri bukan seorang guru profesional, jadi gak berani memberi step by stepnya, hehehe…
    sederhananya, motivasi belajar itu tumbuh jika kita menyadari ALASAN BELAJAR, TUJUAN BELAJAR, dan AKIBAT KALAU TIDAK BELAJAR. kira2 begitu sih…^^
    smangadh!!^^

  3. niatin belajar buat ibadah, buat ortu, n buat orang sekitar kita…
    berpikir jangan sampai kita belajar untuk mencari ‘kehampaan’ (alias ga ada motivasi).
    berpikir kalo ilmu kita harus bermanfaat, biar ntar kalo di alam kubur dapet ‘kiriman’…^^
    ide2nya bagus juga, lebih real dari yang aku tulis…thanx^^

  4. pantes aja si amel bingung, sebenarnya ni web blognya sapa! Lha wong, nulis2 dewe dikomentarin dewe, ya apa sih😀, ni anak aneh2 aja,,

  5. ^_^


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s