Pelajar Cupu vs Pelajar Populer

Sekolah di SMP – SMA, mulai dari ujung Artik sampe Antartika, pasti ada yang namanya ‘kasta pelajar’. Seolah-olah, di sekolah hanya ada 2 jenis pelajar, yang POPULER dan yang CUPU. Populer pada umumnya berarti good looking, modis, keren, gaul, berkecukupan, hobi party dan suka2, serta selalu menjadi trendsetter. Kebalikannya, cupu kebanyakan berpenampilan sederhana, kaku, rajin dan pintar, pendiam, senang menyendiri, dan tidak terlalu suka menjadi pusat perhatian.

Disadari atau tidak, 2 golongan ini pasti tercipta di sekolah menengah manapun (biasanya lho…) Entah sekolah favorit, pinggiran, agamis, umum, kota, desa, atau apalah, selama ada remaja di situ, pasti secara tidak langsung ada ‘pengkastaan’ macam ini.

Hmmm…kenapa yah kira-kira?

Jawabannya tidak ada yang pasti. Sepertinya ini sudah menjadi semacam ‘tradisi’, yang mungkin tercipta karena adanya kesenjangan sosial sejak era industrialisasi (wahaha opo ae^^) Tapi bisa dimaklumi bahwa saat pelajar berusia remaja, maka ia cenderung ingin membuktikan diri dan menjadi keren di mata teman2nya.

Soal ‘pengkastaan’ ini, tampaknya kita bisa membaginya menjadi 4 golongan pelajar. Pertama, jenis yang dari sononya sudah punya bakat populer dan sadar bahwa dia populer. Yaitu mereka yang menarik secara fisik dan atau kepribadian, dan cenderung banyak ‘pengikut’ tanpa bersusah payah. Ya, mereka adalah ‘trendsetter alamiah’, jenis yang entah kenapa sudah memancarkan daya tarik tersendiri sejak pertama kali terlihat.

Kedua, jenis yang biasa2 saja tapi ingin dianggap populer. Mereka ini biasanya yang jadi ‘pengikut’ si ‘populer alamiah’. Banyak2 dari mereka adalah penjilat yang mengingkari diri sendiri demi bisa bergaul dengan si populer. Golongan ini adalah yang paling ‘sadar diri’ soal ‘pengkastaan’, dan saia curiga jangan2 sebenarnya mereka lah yang pertama kali ‘menciptakan’ sistem ‘pengkastaan’ ini, haha.

Ketiga, jenis yang berbakat populer tapi tidak ingin dianggap populer. Mereka ini adalah ‘trendsetter’ yang cuek dan tidak ambil pusing soal pengkastaan. Padahal sebenarnya banyak yang ingin jadi ‘pengikut’ mereka. Tapi mereka merasa itu hal yang nggak penting dan mereka enjoy aja dengan diri mereka sendiri.

Keempat, jenis yang biasa2 saja yang memang tidak ingin dianggap ‘luar biasa’. Yaitu mereka yang tidak populer dan tidak peduli dengan ‘ketidakpopuleran’ mereka. Yang terpenting bagi mereka adalah mengerjakan hal2 yang mereka sukai tanpa ambil pusing dengan hal2 semacam itu. Atau bahkan, mereka gak tau kalo ‘pengkastaan’ itu ada^^

Ah, tapi masalah itu tidaklah terlalu penting. Sebenarnya istilah ‘populer’ dan ‘cupu’ itu sendiri tergantung pandangan setiap orang kok. Kalau kita merasa bahwa ‘pengkastaan’ itu nggak perlu ada, maka kita akan bisa bergaul dengan siapapun, dan tidak berusaha membedakan mereka termasuk ‘populer’ atau ‘cupu’. Dan ini lebih menguntungkan, karena pada dasarnya berteman dengan setiap orang pasti ada kurang dan lebihnya. Kalau bisa berteman dengan semua orang, tentu klop lah semua lebihnya =)

2 Komentar

  1. haaaah…aku… resah dan gelisah…menunggu disini…
    sepertinya separuh nafasku terbang..gara-gara sheila marcia ketangkep…
    (jah,…padahal ga onok urusane mbek aku)

    nduk, aq ga iso mbuka blog ku knp ya?apa blogspot emang lg error?
    emm u/ kategori pelajar jaman SMU dolo, saya termasuk golongan yg ‘invisible’, dateng telat pulang cepet. Lebih buruk dari kuper dan cupu, tepatnya ‘tak terlihat’. Kalau dipikir-pikir agak disayangkan mereka tak tau kekerenan saya yg sebenarnya…

    dateng telat >> liat spongebob di global TV
    pulang cepet >> kelaperan + liat tontonan ga mutu di tipi

    nyahaha

  2. hahahaha…
    komentar ussi bner bgt tuh…dlu wktu SMP kan spongebob masih di lativi jam6(walaupun skrg jg msh jam6 d globaltv), dan saya harus ntn dlu spongebob 1 cerita ampe abis sambil sarapan…
    kalau skrg udh 3SMA mah tontonannya berita2 trus..trutama brita internasional dan VOA..malah pengenya pergi cepet aja…

    kalau masalah pulang sekolah emang bener gara2 L.A.P.A.R …
    drpd jajan jajanan yg engga2 mending cpet pulang dan makan nasi sepiring full…

    kalau kategori pengkastaan, mungkin waktu :
    >SD = TINGKAT2
    >SMP = TINGKAT4 (kadang2 di smester 2 jd tingkat 3)
    >SMA = TAK BERKATEGORI, udh SMA mah sya g pduli mau eksis/engganya . yg ptg sya bahagia dan bebas tanpa ada yg ngehalangin… periode kls X dan XI saya slalu jd kupu2 yg hinggap dan terbang tanpa terasa(cuma mondarmandir), tp skrg kls XII udah harus nunggu tgas2 yg ada habis plg sklh, nunggu ptokopian ,dll


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s